Kebiasaan buruk penyebab kaki diabetikum. Berikut ini adalah beberapa
kebiasaan yang kurang sehat, terlebih bagi penderita diabetes, namun jarang
disadari:
1. Tidak mengenakan alas kaki,
2. Mengenakan sepatu yang sempit,
3. Perawatan kuku yang tidak tepat,
misalnya pemotongan kuku yang salah dan kebiasaan mencungkil kuku yang kotor,
4. Tidak melakukan perawatan luka
yang benar ketika ada luka kecil.
Kebiasaan buruk di atas akan memunculkan
beberapa akibat antara lain:
1. Luka melepuh pada kaki akibat
pemakaian sepatu yang sempit, atau timbul bau yang tidak sedap. Bagi orang yang
tidak diabetes adalah hal yang biasa, tetapi bagi orang diabetes luka tersebut
menjadi masalah besar.
2. Kapalan, mata ikan, dan melepuh.
Kapalan (callus), mata ikan
(kutilmulmul) merupakan penebalan atau pengerasan kulit yang juga terjadi pada
kaki diabetik, akibat dari adanya neuropati dan penurunan sirkulasi darah dan
juga gesekan atau tekanan yang berulang-ulang pada daerah tertentu di kaki.
Kejadian kulit melepuh atau iritasi
sering diakibatkan oleh pemakaian sepatu yang sempit.
3. Cantengan
Cantengan merupakan kejadian luka
infeksi pada jaringan sekitar kuku yang sering disebabkan adanya pertumbuhan
kuku yang salah. Keadaan ini disebabkan oleh perawatan kuku yang tidak tepat,
misalnya pemotongan kuku yang salah, kebiasaan mencungkil kuku yang kotor.
4. Kulit kaki retak dan luka kena
kutu air
Kerusakan saraf dapat menyebabkan
kulit sangat kering, bersisik, retak, dan pecah-pecah terutama pada sela-sela
jari kaki. Kulit kaki yang pecah memudahkan berkembangnya infeksi jamur yang
dikenal dengan kutu air yang dapat berlanjut menjadi ulkus ganggren.
5. Kutil pada telapak kaki
Kutil pada telapak kaki
disebabkan oleh virus dan sangat sulit dibersihkan.
6. Radang ibu jari ( jari seperti
martil )
Pemakaian sepatu yang terlalu sempit dapat
menimbulkan luka pada jari-jari kaki, kemudian terjadi peradangan. Adanya
neuropati dan peradangan yang lain pada
jari ibu kaki menyebabkan terjadinya perubahan bentuk ibu jari kaki seperti
martil (hammer toe).

No comments:
Post a Comment